Kisah Aulia Rahman Basri, dari Masyarakat Biasa di Kota Bangun Hingga Jadi Calon Bupati Kukar
Kutai Kartanegara – Di Kutai Kartanegara (Kukar), nama Aulia Rahman Basri sedang jadi perbincangan hangat. Pria yang lahir di Kota Bangun pada 23 Agustus 1985 silam ini tiba-tiba ditunjuk menjadi Calon Bupati Kukar dalam Pemungutan Suara Ulang Pilkada Kukar.
Dia asli putra daerah, besar di tengah-tengah warga lokal, dan paham betul apa yang dibutuhkan kampung halamannya. Sekarang, dia bakal punya amanah baru yang terbilang tidak mudah, jadi penerus Bupati Edi Damansyah.
Sebagai masyarakat Kutai kartanegara kebanyakan yang hidup di sepanjang aliran Sungai Mahakam, Aulia pun sama. Dia sekolah dasar di SDN 003 Kota Bangun, tempat dia pertama kali belajar dan bermain bersama teman-teman sekampung.
Demikian pula saat menginjak SMP, dia tetap belajar di kampung kelahirannya, SLTP Negeri 1 Kota Bangun.
Semangat belajar membawanya ke ke SMA Negeri 8 Samarinda. Tapi, Aulia tidak berhenti di situ. Dia punya mimpi besar yang tidak sederhana, yaitu jadi dokter.
Aulia kemudian kuliah di Universitas Hasanuddin, Makassar. Di kampus itu ia tidak hanya menjadi dokter, tapi juga ambil gelar Magister Kesehatan biar ilmunya makin mantap sebelum mengbadi di kampung halaman.
"Sebagai putra asli Kota Bangun, mimpi saya adalah menjadikan Kukar lebih baik. Saya berkuliah jauh dari kampung halaman untuk bisa berkontribusi lebih besar bagi Kabupaten Kutai Kartanegara," kata Aulia usai mendaftar di KPU Kukar, Senin (10/3/2025).
Jejak pengabdian Aulia terlihat jelas dari upayanya untuk tetap pulang kampung dengan titel besar itu. Tak pula mencari kota besar buat dapat tempat kerja yang nyaman dan penghasilan tinggi.
Dia pulang ke Kota Bangun dan kerja sebagai dokter. Bahkan, dia pernah jadi Direktur RSUD Dayaku Raja, rumah sakit di daerahnya sendiri.
Waktu itu, dia fokus bikin layanan kesehatan di sana supaya lebih baik. Agar warga tidak susah saat sakit. Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), janji pengabdiannya tertunaikan di kampung halamannya sendiri. Sebuah kisah yang epik, bukan?
Setelah bertahun-tahun jadi dokter dan ASN, Aulia coba hal baru. Dia masuk dunia bisnis dan politik, dua bidang yang menurutnya bisa bantu daerahnnya sendiri jadi lebih maju.
Tahun 2023, Aulia dipilih jadi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kukar. Di sini, dia bantu para pengusaha lokal biar ekonomi daerah makin kuat.
Tidak cuma itu, dia juga aktif di politik sebagai Wakil Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan di DPC PDI Perjuangan Kukar. Langkah ini bikin orang mulai lihat Aulia sebagai sosok yang serius untuk membawa Kukar menyempurnakan perubahan yang telah diusung pendahulunya. Visi Kukar Idaman yang digadang bersama dan berlanjut ke Visi Kukar Idaman Terbaik menjadi peneguh langkahnya.
“Kami ingin melanjutkan perjuangan yang telah dimulai,” kata Aulia.
Sekarang, nama Aulia lagi naik daun. Paska putusan Mahkamah Konstitusi, nama Aulia Rahman Basri didaftarkan sebagai pengganti Edi Damansyah.
Bersama Rendi Solihin, pasangan ini langsung jadi sorotan karena dianggap kuat. Apalagi, ada kabar bahwa istri Bupati Edi Damansyah kasih lampu hijau buat Aulia lanjutin kepemimpinan suaminya.
Dukungan ini membuat posisi Aulia makin kokoh di mata warga. Banyak yang bilang, Aulia punya semua yang dibutuhkan buat jadi bupati: pengalaman, kepedulian, dan jiwa lokal yang kental.
Buat warga Kukar, Aulia bukan cuma nama di kertas suara. Dia orang yang mereka kenal, yang besar bersama, dan yang mengerti susahnya hidup di daerah.
Dari jadi dokter yang memegang stetoskop, sampai ke panggung politik yang penuh tantangan, perjalanan Aulia bikin orang takjub. Dia bukti bahwa anak kampung bisa punya mimpi besar dan bisa diwujudkan.
Kisah Aulia Rahman Basri belum benar-benar tuntas. Kita masih harus menunggu tanggal 19 April 2025 di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Tapi yang jelas, dia sudah kasih harapan baru buat warga Kutai Kartanegara. Dari Kota Bangun ke kursi bupati, cerita Aulia masih jauh dari selesai.